Tampilkan postingan dengan label Entertaiment. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Entertaiment. Tampilkan semua postingan

Kamis, 02 Juli 2009

Kronologis Meninggalnya Michael Jackson


gOOD bYE jACKO
LOS ANGELES - Meninggalnya Raja Pop Michael Jackson membuat terkejut banyak kalangan. Lalu bagaimanakah kronologis meninggalnya penyanyi berusia 50 tahun ini?

Sebagaimana dilansir Hollyscoop.com, Michael mengalami gangguan jantung dan langsung dilarikan ke UCLA Medical Center sekira pukul 13.00 waktu setempat, Kamis (25/6/2009).

Saat peristiwa tersebut, Michael didampingi dokter pribadinya yang setiap hari mengunjungi kakak kandung Janet Jackson tersebut.

Sekira pukul 13.14 waktu setempat, Michael dalam keadaan tak sadarkan diri tiba di rumah sakit. Sejumlah dokter dan personel gawat darurat langsung melakukan CPPR dan mencoba menyadarkan raja pop tersebut.
LOS ANGELES - Meninggalnya Raja Pop Michael Jackson membuat terkejut banyak kalangan. Lalu bagaimanakah kronologis meninggalnya penyanyi berusia 50 tahun ini?

Sebagaimana dilansir Hollyscoop.com, Michael mengalami gangguan jantung dan langsung dilarikan ke UCLA Medical Center sekira pukul 13.00 waktu setempat, Kamis (25/6/2009).

Saat peristiwa tersebut, Michael didampingi dokter pribadinya yang setiap hari mengunjungi kakak kandung Janet Jackson tersebut.

Sekira pukul 13.14 waktu setempat, Michael dalam keadaan tak sadarkan diri tiba di rumah sakit. Sejumlah dokter dan personel gawat darurat langsung melakukan CPPR dan mencoba menyadarkan raja pop tersebut.
Baca Selengkapnya...

Read more...

Selasa, 26 Mei 2009

Cerita Punk Rock Jalanan


MP3)

"Cerita Punk Rock Jalanan"

(kisah ini Terinspirasi dari kisah nyata)


Tersebutlah seorang pemuda berusia 15 tahun. Namanya Tigor bersekolah kelas 3 SMP Kartika Balikpapan. Lahir di keluarga baik-baik. Konon ceritanya keluarganya yang tadinya kaya-raya mendadak jatuh miskin karena perusahaan sang ayah yang bergerak di bidang kontraktor sipil gulung tikar. Di tengah hobinya bergabung dengan klub BMX, Tigor tidak dapat memenuhi kebutuhannya untuk menyalurkan hobinya itu lebih dalam…yaitu memakai barang-barang bermerk di tubuhnya, membeli ornamen-ornamen untuk sepedanya, dan sebagainya. Belum lagi ejekan dari teman-teman satu klub yang selalu diterimanya. Sementara di satu sisi, terdapat sebuah klub juga yang menamai diri mereka ‘street guys‘. Dalam jiwanya yang labil, Tigor akhirnya membelot. Anak-anak ‘street‘ jiwa kekeluargaannya lebih besar dibanding anak-anak BMX yang berasal dari keluarga ‘berada’. Tigor mulai merokok, bahkan untuk anak seusianya yang masih tergolong belia, ia sudah mulai mengenal alkohol. Orang tuanya tak henti-henti menasehatinya, tapi doktrin punk terlalu kuat…isinya antara lain "Nazi fuck…polisi anjing…kita bukan budak, jangan mau disuruh-suruh…kami anti kemapanan!!!". Orang tuanya hanya bisa mengurut-urut dada saja ketika Tigor membantah sewaktu disuruh membuang sampah rumah tangga mereka di tempat pembuangan sampah yang tidak begitu jauh dari rumahnya. Hingga suatu waktu sang ayah marah besar ketika Tigor membentak beliau hanya karna disuruh pergi ke warung makan. Kemarahan sang ayah membuat Tigor begitu sakit hati karena Tigor belum pernah melihat sang ayah semarah itu kepadanya. Tigor pergi dari rumah tanpa membawa baju ganti satupun. Iakepadanya. Tigor pergi dari rumah tanpa membawa baju ganti satupun. Ia pergi bersama kumpulan barunya yaitu ‘street guys‘ ato lebih kita kenal dengan nama anak punk yang sesungguhnya keberadaan mereka sangat meresahkan masyarakat sekitar dan selalu membuat para polisi jengkel. Di sinilah petualangan Tigor dimulai. Bersama kumpulan barunya ia ikut mengamen di lampu merah, jika lapar dan tidak cukup uang ia mentegakan dirinya mengorek-ngorek tempat sampah demi mengobati perutnya yang sangat kelaparan. Sementara ayah dan ibunya menangis berhari-hari di rumah, berharap Tigor, anak laki-laki satu-satunya mereka segera pulang ke rumah. Tigor memiliki seorang kakak perempuan yang kemudian diasuh oleh tantenya setelah mereka jatuh miskin. Akhirnya suatu saat ibunya mendapati anak lelakinya itu sedang mengorek sebuah tong sampah. Kulitnya bertambah hitam, tubuh jangkungnya terlihat semakin kurus, rambutnya yang hitam legam bagus berubah menjadi model mohawk yang tak beraturan dan berwarna merah yang entah mungkin dari cat rambut murahan. Ibunya menangis melihat anaknya itu dan memintanya pulang ke rumah. Tapi Tigor tetap membantah sampai akhirnya temannya membujuknya untuk pulang…dan pulanglah ia. Ayahnya mulai mengalah padanya. Motor satu-satunya yang tersisa di rumah itu khusus untuk Tigor pakai. Tigor mulai mau sekolah lagi, tapi di akhir pekan, tak ada yang bisa menghalangi langkahnya untuk pergi ke Samarinda, 2 setengah jam dari Balikpapan waktu tempuhnya, bersama anak-anak punk. Namun ayah dan ibunya tak begitu khawatir karena di Samarinda banyak tante-tante dan sepupunya. Sampai akhirnya ia berkenalan dengan seorang gadis kelas 3 SMP di SMPN 2 Samarinda bernama Liza. Kebetulan Liza adalah teman satu sekolah sepupunya. Tigor pulang ke Balikpapan dengan hati berbunga-bunga. Bertambah rajinlah ia berkunjung ke Samarinda karena gadis bernama Liza ini. Orang tuanya sungguh khawatir sesuatu terjadi padanya sepanjang perjalanan lintas kota itu. Akhirnya kelulusan tiba juga. Tigor masuk ke STM Swasta satu-satunya di Balikpapan, jurusan elektro. Belum selesai cobaan yang harus Tigor dan keluarganya terima, berawal dari kecurigaan kedua orang tuanya kalau si anak buta warna karena Tigor sangat susah membedakan antara warna merah muda dan hijau, ditambah lagi dengan sang ayah adalah seorang yang buta warna. Akhirnya keluarga membawanya ke puskesmas, namun kata puskesmas hanyalah kurang latihan. Oleh karena itu kedua orang tuanya tetap nekad memasukkan ke STM yang terdekat dari rumahnya.Namun karena sudah dilatih berulang-ulang si Tigor belum juga bisa menghafal warna-warna tersebut, dengan bantuan sang tante, kemudian Tigor kembali untuk melakukan pemeriksaan dan dibawa ke dokter spesialis mata. Tigor dinyatakan buta warna parsial (60%). Bermaksud baik, sang ibu membawa surat pernyataan dari dokter itu ke pihak sekolahnya agar anaknya dipindahkan jurusan ke jurusan otomotif saja. Ternyata pihak sekolah malah beranggapan bahwa anak buta warna sama sekali tidak bisa masuk di STM di jurusan apapun, jadi lebih baik pindah ke sekolah umum saja. Padahal STM tersebut sebelumnya tidak melakukan test buta warna terhadap calon-calon siswanya maupun meminta surat pernyataan tidak buta warna terlebih dahulu dari para calon siswanya, seperti yang dilakukan oleh STM negeri. Di sekolah teman-teman memperlakukannya seperti orang yang dikucilkan, sikap sang guru juga kurang baik kepadanya (karena Tigor memang bukan siswa teladan di sekolahnya). Akhirnya Tigor membuat keputusan untuk berhenti sekolah. Ia hanya mempunyai ijazah SMP dan tambah menjadi-jadi kehidupan malam dijalaninya di usianya yang baru 16 tahun itu. Suatu hari yang paling membuat orang tuanya shock adalah Tigor yang baru pulang dari Samarinda, membawa Liza pacarnya ke rumah. Saat itu memang sang kakak sedang nginap juga di rumahnya. Ketika ditanya oleh orang tuanya, katanya si Liza akan menginap semalam, mau jalan-jalan dulu di Balikpapan, tidurnya bareng kakaknya saja. Ketika orang tuanya menanyai Liza apakah sudah ijin kepada orang tuanya, Liza bilang sudah. Walau masih sedikit curiga karena Liza masih menggunakan seragam pramuka, namun orang tua Tigor cukup lega karena menurut Liza ia sudah meminta ijin sebelum ke Balikpapan. Sampai kemudian terjadi kehebohan besar. Tantenya Tigor telpon ke rumah menanyai Tigor tentang keberadaan Liza karena orang tua Liza membuat ribut di rumah tantenya tersebut. Ketika mengetahui Tigor membawa Liza ke Balikpapan, tantenya langsung menyuruh mamanya Liza berbicara sendiri kepada ibunya Tigor. Ibu meminta mamanya Liza untuk tidak terlalu khawatir, namun mamanya Liza tetap bersikukuh meminta alamat Tigor di Balikpapan. Di tengah tidur pulasnya Liza, jam 4 subhu, orang tuanya menjemput menggunakan taxi argo. Mereka tampak sangat khawatir karena Liza adalah anak semata-wayang mereka. Akhirnya Liza dilarang orang tuanya menemui Tigor lagi. Tigor datang ke Samarinda sudah tidak disambut baik lagi oleh keluarganya Liza. Orang tua Liza tidak suka Tigor bergaul dengan Liza karena Tigor hanyalah seorang yang lulusan SMP, dan seorang punker. Liza berasal dari keluarga kaya. Tigor patah hati berat dengan Liza. Tigor mencoba untuk bunuh diri, namun teman-teman satu kumpulannya mencegahnya. Kehidupan Tigor tambah lekat pada kehidupan punk. Waktunya habis untuk mengamen dan berkumpul bersama anak-anak punk di jalanan. Puskib adalah tempat berkumpulnya mereka. Lampu merah adalah tempat mereka mengamen. Lagu andalan anak-anak punk berjudul "Punk Rock Jalanan". Lagu itu selalu Tigor nyanyikan saat mengamen, karena Tigor merasa bahwa lagu itu sangat sesuai untuknya, dia memang seorang "Punk Rock Jalanan". Sewaktu orang tuanya memohonnya melepaskan diri dari punk, Tigor berkata, "Bu, mereka juga keluargaku. Sewaktu motorku kehabisan bensin di kilometer 20-an, di tengah hutan sana, aku menghubungi seorangpun temanku tak ada yang bisa datang menolongku, tapi ketika aku menelpon Dedy, salah seorang teman punk, semua anak punk Balikpapan datang menghampiriku, jalan kaki mereka dari kota demi aku, menemaniku mendorong motor sampai aku bisa mengisi bensin motorku. Aku menangis dalam hati saat itu. Karena sebenarnya saat itu aku sudah ingin lepas dari mereka. Saat Liza meninggalkanku, punk tidak pernah meninggalkanku."
Orang tuanya terharu dan tidak sanggup berkata apapun lagi. Punk memang meresahkan masyarakat, mungkin karena mereka terkesan urakan, tapi sikap kekeluargaan mereka terhadap sesamanya patut diacungi jempol. Begitulah kisah Tigor, Punk Rock Jalanan.

Catatan: It’s not a true story, just inspiration from a true story

sumber : http://annisa-pinguin.blog.friendster.com/2008/06/punk-rock-jalanan/



Lirik Punk Rock Jalanan (Versi 1)

sungguhku menyesal
telah mengenal dia
dan aku kecewa
tlah menyayanginya
dan aku tak akan
mengulang kedua kalinya...

kusimpan rindu dihati
gelisah tak menentu
berawal dari, kita bertemu
kau akan kujaga

kuingin engkau mengerti
betapa kau ku cinta
hanya padamu aku bersumpah
kau akan kujaga sampai mati

kuingin tau siapa namamu
dan kuingin tau dimana rumahmu
walau sampai akhir hayat ini...

jalan hidup kita berbeda
aku hanyalah punk rock jalanan
yang tak punya harta berlimpah
untuk dirimu sayang...


*
kutunggu kau kutunggu
kunanti kau kunanti
walau sampai akhir hayat ini (2x)

kukira kau setia padaku
ternyata kau menduakanku
diriku akhirnya tak menduga...

kukesal kini kualami
perjalanan cinta selama dulu
kukira kau bosan padaku...
ternyata kau menduakanku..

dulu kau berjanji
akan sehidup semati..(itu gombal)

dan aku kecewa telah menyayanginya
dan aku tak akan mengulang kedua kalinya...

kusimpan rindu dihati
gelisah tak menentu
berawal dari kita bertemu
kau akan ku jaga (sampai mati)

kuingin engkau mengerti
betapa kau kucinta
hanya padamu aku bersumpah
kau akan kujaga selamanya.

kuingin tau siapa yg menyayangimu
dan kuingin tau ku menyayangimu
walau sampai akhir hayat ini...

jalan hidup kita berbeda
aku hanyalah punk rock jalanan
yang tak punya mobil mewah
tuk dirimu sayang
Baca Selengkapnya...

Read more...

Jumat, 15 Mei 2009

Manohara


Nasib Manohara Odilia Pinot Lebih Buruk Dari Ibunya
Nasib Manohara Odelia Pinot ternyata tak lebih baik dari ibunya. Dia bernasib lebih buruk dari pada ibunya. Menikah dengan putra Sultan, orang akan berpikir Mano bahagia dengan gelimang harta, ternyata tidak. Ia bahkan terbelenggu dan tersiksa.

"Saya bernasib lebih baik dari Mano. Dulu saya bergelimang dengan harta, tetapi saya tidak kehilangan kebebasan dari suami saya. Ketika saya ingin bertemu, rindu dengan ibu saya, detik itu pula suami saya memberikan kesempatan saya untuk pergi," tutur Daisy Fajarina, ibunda Manohara, saat disambangi di kediamannya di kawasan Jakarta Barat, Kamis (kapanlagi).

Selama di Eropa bersama Reiner, Daisy dan anak-anaknya tinggal di Villa Alicia, Avenue Des Percheurs, Cap d'Antibes, Nice, seharga 2 juta Euro. Kehidupan Daisy terbilang mewah, Milan, New York dan London adalah tempat keren langganan belanja. Mobil sport juga nongkrong di garasi. Semuanya karena Reiner merupakan speaker di ajang – ajang prestius di Eropa.

"Untuk membiayai pendidikan anak-anak tiap bulannya kami harus mengeluarkan biaya 2.600 Euro. Dewi dan Mano sekolah di Internasional School dan Vice President dari perusahaan kaliber internasional. Jadi tidak mungkin kalau ada yang mengatakan dulu kehidupan kami ditopang Tengku Fakhry," ujar Daisy sembari memperlihatkan beberapa foto Mano saat aktif di kegiatan sekolah.

Kehidupan Daisy mulai berubah tatkala Reiner tersandung kasus dengan France Tax Authority. Reiner kalah di pengadilan. Dan villa indah mereka di sita pada tahun 2003.

"Kami terpaksa meninggalkan villa , dan saya masih ingat betapa tegarnya Dewi dan Manohara saat itu, saya sangat bangga dengan mereka. Kami tinggalkan rumah kami secara ikhlas. Satu hal yang terpenting adalah anak-anak punya moral yang sangat baik, mereka bisa menerima kenyataan hidup, kalau Allah sudah berkehendak mau mengambil milik kami memang tidak ada yang bisa menghalangi, dan kami sadari itu," ujar Daisy.

Ujian Daisy tidak berhenti di situ saja, Oktober 2006, ayah Daisy meninggal dunia setelah mengalami koma karena menderita stroke selama 10 tahun. Juli 2007 rumah tangga Daisy dan Reiner diterpa masalah. Mereka pun sepakat berpisah secara baik-baik.

Dan sekarang yang paling penting buat Daisy adalah mengembalikan kebahagiaan Manohara seperti semula. Harta bukan segalanya bagi dia. Kalau pun dia lebih suka materi, tidaklah mungkin dia harus tinggal di sebuah rumah kontrakan dengan mobil kredit pula.
"Kalau pun mereka mengatakan bahwa saya telah menerima uang dan apartemen sebesar berapa milyar, tunjukkan dong dengan bukti yang mengatakan seperti itu. Boleh semua tuduhan seperti itu diarahkan kepada saya dan saya akan terima. Tapi tolonglah di ujung sana ada anak manusia yang harus dibantu untuk mendapatkan hak-haknya kembali. Dan sejak dari awal sampai saat ini hanya itu yang saya inginkan," pungkasnya
Baca Selengkapnya...

Read more...

Text

  ©Template by Dicas Blogger.