Tampilkan postingan dengan label News Zone. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label News Zone. Tampilkan semua postingan

Jumat, 17 Juli 2009

Kemenangan SBY, Kemenangan Seluruh Rakyat Indonesia


Kemenangan SBY, Kemenangan Seluruh Rakyat Indonesia
Pilpres sudah selesai dilaksanakan. dan bila mengacu pada hasil penghitungan sementara KPU, pasangan SBY-Boediono untuk sementara unggul dari dua pasangan capres lainnya. Meskipun hasil akhir penghitungan akhir KPU masih lama, sejumlah pemimpin dunia sudah mengirimkan ucapan selamat kepada pasangan SBY-Boediono.

Tidak ketinggalan, beberapa kalangan dari dalam negeri juga sudah ada yang memberikan ucapan selamat. Seperti Ketua DPR RI, Agung Laksono. Menurut Agung, ucapkan selamat ini bukan atas nama partainya (Golkar). Ucapan selamat ini juga diterima SBY dari rivalnya, yaitu Jusuf Kalla menjelang konferensi pers pasangan SBY-Boediono di Cikeas, Bogor. Sebelumnya, ucapan selamat ini juga disampaikan Ketua Tim Kampanye Nasional JK-Wiranto, Fahmi Idris.

Kemenangan sementara pasangan SBY-Boediono ini tidak terlepas dari figure SBY sebagai incumbent. Sosok SBY sebagai presiden telah teruji pada periode 2004-2009. Hal inilah yang melatarbelakangi rakyat memilih SBY sebagai capres periode berikutnya. Di mata rakyat Indonesia SBY bisa dikatakan sebagai pemimpin yang ideal.

Di dalam era reformasi ini, rakyat sudah cerdas di dalam memilih seorang pemimpin. Mereka bebas untuk menentukan pilihannya sesuai dengan hati nuraninya. Terkait dengan kemenangan sementara SBY dalam pilpres ini, menunjukan bahwa SBY dinilai oleh rakyat sebagai figure terbaik yang dimiliki bangsa Indonesia saat ini.

Pilpres sudah berakhir, dan saatnya kini kita menunggu hasil keputusan resmi dari KPU soal siapa pemenang yang sesungguhnya. Ajang pesta demokrasi lima tahunan ini telah memberikan pendidikan politik kepada rakyat. Partisipasi rakyat pada Pilpres kali ini menunjukan peningkatan daripada Pileg lalu. Hal ini menunjukan bahwa rakyat berkeinginan memiliki pemimpin yang bisa mengayomi semua golongan. Sebagai anak bangsa kita patut bersyukur bahwasannya pelaksanaan Pilpres berjalan dengan aman dan lancar. Kita tidak perlu mempermasalahkan siapa yang menang dan siapa yang kalah. Namun yang lebih penting lagi adalah kemenangan SBY dalam Pilpres kali ini merupakan kemenangan seluruh rakyat Indonesia.
Baca Selengkapnya...

Read more...

Selasa, 26 Mei 2009

Kecelakaan Hercules di Magetan


Kecelakaan Hercules di Magetan

Innalillahi wa inna ilaihi ra’jiun. Inna lillah wa inna ilaihi ra’jiun. Inna lillah wa inna ilaihi ra’jiun.

Indonesia kembali berduka. Kemarin terjadi kecelakaan pesawat terbang di Magetan Jawa Timur. Sekitar 100 orang meninggal. Inna lillahi, ini adalah tragedi besar di pertengahan 2009 ini. Belum lama lalu, sebelum Pemilu terjadi kecelakaan tragis pesawat Fokker di Lanud Husein Sastranegara, tepatnya di atas sebuah hanggar IPTN. Sekitar 20 orang jatuh korban, yaitu para prajurit muda TNI AU dan awak pesawatnya.

Jatuhnya pesawat Hercules C-130 di Magetan tanggal 20 Mei 2009 kemarin benar-benar menjadi pukulan berat bagi bangsa Indonesia. Bukan hanya kita merasa berat melihat ratap-tangis para keluarga korban, atau karena jumlah korbannya yang banyak. Tetapi juga ada perasaan ngenes luar biasa menyaksikan nasib prajurit TNI saat ini. Mereka sangat jauh dari kondisi seperti di masa Orde Baru dulu. Apalagi dibandingkan masa ketika Panglima TNI dipegang Jendral M. Yusuf. Jauh, jauh sekali.

Di jaman Orde Reformasi ini, gerakan demiliterisasi sangat kuat berhembus. Oke-lah, peranan militer dalam politik boleh dikurangi sampai batas minimal. Namun peranan mereka di sektor pertahanan jelas tidak bisa dipandang sebelah mata. Kalau TNI sebagai institusi yang resmi menjaga keamanan negara dilucuti, berarti negara ini menjadi tidak berpenjaga.

Kecelakaan pesaawat Hercules di Magetan membuka mata semua pihak, betapa sangat naifnya cara Pemerintah mengelola sistem keamanan nasional. Dalam dialog di TVOne, Ali Mochtar Ngabalin berkali-kali menyayangkan sikap Mabes TNI yang tidak pro aktif dengan anggaran militer. Padahal banyak pihak meminta supaya TNI menyediakan anggaran yang cukup. Saat ini anggaran militer sekitar 36 triliun, dibagi rata untuk tiga angkatan, AD, AL, dan AU. Sementara untuk kepolisian saja, anggaran bisa mencapai 28 triliun rupiah.
Para pengamat menyayangkan ketika elit-elit TNI tidak sungguh-sungguh memperjuangkan perbaikan anggaran militer, padahal hal itu sangat dibutuhkan oleh para prajurit, keluarga mereka, bahkan untuk biaya alutsista (alat utama sistem pertahanan) dan perawatannya.

Hal ini kemudian memunculkan dugaan, adanya kesengajaan untuk melemahkan kekuatan militer. Para pengamat banyak mengatakan hal ini. Jika militer sudah lemah, maka jalan untuk memecah-belah kesatuan nasional terbuka lebar.

Apalagi sangat ironis. Tahun lalu, Pemerintah Qatar berniat menghibahkan satu skuadron (12 pesawat) Mirrage ke Indonesia. Ini hibah, tidak perlu membeli. Tetapi pihak Mabes TNI tidak mau menerima hibah pesawat itu. Alasan mereka, kita tidak memiliki biaya perawatan pesawat Mirrage, dan proses hibah itu sendiri tetap saja membutuhkan biaya (tidak gratis murni). Aneh sekali, tinggal diberi tetapi malah ditolak. Itu pun dibumbui alasan yang dicari-cari. Kalau serius demi pertahanan nasional, insya Allah hibah itu akan disambut dengan senang hati.

Mengherankan juga, di bawah Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono yang mantan Gubernur Lemhanas itu, mengapa manajemen militer malah amburadul? Bukankah Juwono adalah seorang intelektual akademis yang memiliki kredibilitas tinggi? Entahlah, mengapa demikian.

Saya sendiri pernah dalam satu perjalanan kereta api dengan seorang anggota keluarga TNI AU dari Lanud Sulaiman Bandung. Dalam pembicaraan itu terungkap banyak fakta-fakta menarik, kurang-lebih sebagai berikut:

[o] Pesawat Hercules sangat sering dipakai untuk alat transportasi militer dan keluarganya. Ia seperti “maskapai militer” yang menjalankan fungsi transportasi secara gratis bagi anggota militer dan keluarganya.

[o] Bagi para penumpang pesawat militer, seperti Hercules dan lainnya, saat mereka masuk ke pesawat itu, rata-rata hati mereka sudah pasrah kalau terjadi apa-apa di jalan. Mereka mendapatkan fasilitas angkutan pesawat terbang yang tentu lebih hemat biaya, dan lebih cepat. Tetapi resikonya, harus siap dengan “segala kemungkinan”. Keluarga AU mengalami berbagai pengalaman aneh-aneh di udara, itu bukan rahasia lagi. Tidak asing bagi mereka.

[o] Pesawat Hercules cukup besar untuk menampung banyak penumpang. Di dalam pesawat kadang diisi penumpang semampunya. Ada yang duduk, ada yang berdiri, bahkan ada yang duduk di bagian sayap atau tempat meletakkan barang-barang. Di kalangan TNI AU, hal seperti itu sudah dimaklumi. Kalau ada yang kebagian duduk di bagian tertentu, atau harus berdiri, ya harus sabar. Jadi seperti “bus kota” di udara.

[o] Rata-rata pesawat yang mengangkut pasukan maupun keluarga militer, memang sudah tua. Secara stamina sudah berkurang banyak kemampuannya, tetapi karena orang Indonesia “kreatif”, berbagai kesulitan bisa dicarikan solusinya secara “kanibal”. Nah, hal itu sangat membuka peluang terjadinya masalah-masalah dalam penerbangan.

Di mata keluarga TNI, karier di bidang militer telah menjadi panggilan hidup mereka. Satu sisi, mencari kejelasan penghasilan ekonomi; namun di sisi lain, kesiapan untuk berkorban, kapan pun diminta. Di masa sekarang nuansanya lebih prihatin lagi: siap hidup susah sebagai prajurit penjaga keamanan nasional.

Sekian banyak riwayat kecelakaan pesawat dan kelambanan operasi militer dalam menjaga teritori negara, seharusnya menjadi pelajaran besar bagi bangsa Indonesia, bahwa negeri ini sedang mengalami masa-masa kritis luar biasa. Bukan hanya keutuhan NKRI yang sering menjadi kerisauan para anggota TNI, tetapi masihkah mereka memiliki komitmen kuat menjaga negara, jika segala fasilitas yang dibutuhkan tidak secara serius dipenuhi. Jangan-jangan, alam pikiran mereka sudah terlalu jauh mengembara.

“Gue jadi prajurit kan cuma untuk cari duit. Kalau ada yang mau bayar gue lebih gedhe, kenapa ditolak?” Jangan sampai pemikiran seperti ini menjadi virus yang menyebar luas di benak para prajurit TNI. Memang jaman sudah berubah, patron pemikiran-pemikiran juga bergeser. Tetapi kalau komitmen menjaga negara sudah melemah, berarti kehidupan kita akan selalu dihantui oleh ancaman. Na’udzubillah min dzalik.

Semoga ke depan, negara lebih sungguh-sungguh memikirkan penguatan sistem kemanan nasional. Amin.

Bandung, 21 Mei 2009.
Baca Selengkapnya...

Read more...

Selasa, 12 Mei 2009

AnTaSaRi????


Ketua KPK resmi tersangka

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi non aktif Antasari Azhar
ditahan setelah ditetapkan sebagai tersangka pembunuhan
Direktur PT Rajawali Putra Banjaran, Nasrudin Zulkarnaen.

Awalnya Polisi memeriksa Antasari sebagai saksi dalam kasus ini,
kata anggota anggota tim pengacara Antasari, M. Assegaf.

"Dia diperiksa sebagai saksi," katanya.

Tapi seperti yang dilaporkan Wartawan BBC di Jakarta, Ervan Hardoko, Antasari mulai hari ini dinyatakan sebagai tersangka.
Kepala Kepolisian Polda Metro Jaya Inspektur Jenderal Wahyono mengatakan ''pemeriksaan ketua lembaga anti korupsi itu telah selesai dan hasinya status Ansari ditingkatkan dari saksi menjadi tersangka.''

Dalam pemeriksan kali ini Antasari didampingi oleh tiga pengacaranya.

Membantah terlibat

Antasari kemarin dalam pertemuannya dengan wartawan sempat membantah tuduhan sebagai dalan pembunuhan Nasrudin.

Kemarin, saat berbicara di hadapan puluhan wartawan di kediamannya di kawasan Serpong Tangerang, Banten, untuk pertama kali Antasari secara terbuka menanggapi pemberitaan media nasional mengenai keterlibatanya dalam peristiwa pembunuhan Direktur PT Rajawali Putra Banjaran, Nasrudin Zulkarnaen.


Pemeriksaan sudah selesai, Antasari dinyatakan sebagai tersangka

Kapolda Metro Jaya

Kasus ini terkait dengan pembunuhan direktur sebuah BUMN bernama Nasrudin Zulkarnaen pertengah maret.

Dugaan keterlibatannya itu pertama kali disampaikan oleh kuasa hukum mendiang Nasrudin yang merujuk pada sebuah sms bernada ancaman dari Antasari kepada korban.

Namun Antasari membantahnya: "Semuanya itu tidak benar. Tidak benar ini saya rasa tidak perlu kita perdebatkan."

Menurut dia, dirinya sengaja mengambil cuti agar proses hukum kasus terbunuhnya Nasrudin berlangsung lancar tanpa kendala.

Selama dalam proses hukum kasus pembunuhan Nasrudin Zulkarnaen, dia bersedia memberikan keterangan karena sebagai aparat penegak hukum harus patuh dan taat serta dapat memberikan contoh yang baik, kata Antasari.

Sebelumnya, Antasari Azhari telah diputuskan non-aktif dalam rapat pimpinan KPK untuk sementara.

Antasari enggan menjelaskan lebih jauh dan menolak menjawab pertanyaan seputar kontroversi keterlibatannya dalam peristiwa pembunuhan itu.

Hingga kini 9 orang dinyatakan sebagai tersangka, selain melibatkan pejabat negara kasus ini juga menyeret seorang mantan pejabat Kepolisian serta pengusaha media massa nasional.

Isu yang berkembang menyebutkan, kasus ini bermula dari kisah perselingkuhan, namun hingga saat ini Polisi belum secara resmi mengumumkan motif pembunuhan berencana tersebut.


Baca Selengkapnya...

Read more...

Sabtu, 18 April 2009

PaLEstInA iN NeWs


Israel Hentikan Penyelidikan Kejahatan Perang Gaza
Selasa, 31 Maret 2009 - 11:39 wib
JERUSALEM - Militer Israel, Senin kemarin, menghentikan penyelidikan terkait tuduhan pembunuhan warga sipil selama serangan Gaza. Militer Israel mengatakan tuduhan itu hanya sebatas perkataan dan bukan fakta.
Media di Israel sendiri, awal bulan ini, mempublikasikan beberapa kasus kejahatan perang yang diduga dilakukan pasukan Israel terhadap warga sipil.

Kepala penuntut militer Israel Avichai Mendelblit seperti dikutip Associated Press, Selasa (31/3/2009) mengaku marah dengan tuduhan tindakan tidak berprikemanusiaan terhadap tentara Israel yang dianggap menganggu kredibilitas pasukan Israel di mata internasional.Sementara itu kelompok hak asasi manusia menuntut badan independen untuk menyelidiki dugaan kejahatan perang Israel di Gaza.

Menurut kesaksian yang diterima Associated Press satu kasus terungkap adalah pembunuhan wanita lanjut usia oleh seorang penembak jitu. Satu kasus lagi penembak jitu menembak seorang ibu dan dua anaknya.

Kelompok hak asasi manusia menganggap Israel tidak membedakan target sipil dan pejuang Gaza. Sehingga banyak anak-anak dan wanita yang menjadi korban. Dari 1.400 lebih korban tewas, 960 di antaranya merupakan masyarakat sipil.


Baca Selengkapnya...

Read more...

Selasa, 07 April 2009

Global Warming is Hot Stuff!

Global Warming is Hot Stuff!
Global warming is a hot topic (no pun intended). Some scientists believe the Earth is warming up. While that may be hard to believe in the middle of a Wisconsin winter, if it's true it could mean big changes for our planet. For more info on this topic, browse on!

What is the greenhouse effect ?
The greenhouse gases
What might happen if Earth heats up?
Global warming: It’s more than just a game of up-and-down on a thermometer.
YOU can help slow global warming!
Glossary

How do you keep a whole planet warm?

Light from the sun warms land, water, and air. In turn, the warmed-up land, water, and air give off heat, which rises up toward the sky. Gases in the Earth's atmosphere capture some of that heat and prevent it from escaping into space. This heat trap keeps the ground, oceans and air at fairly stable, predictable temperatures -- warm enough to allow thousands of plant and animal species (including humans, like us) to thrive.

Without heat trapping, the earth's surface would be about 60 degrees Fahrenheit colder than it is now. If you’re living in a place like Wisconsin, that means you’d have to wear boots and a heavy coat in July. BRRRRR! (We won’t even talk about January!) The earth’s overall temperature has changed often across the eras -- the long periods of time we use to measure the Earth’s age. We know this because paleontologists have studied the fossils of plants and animals, and because geologists can read the earth’s history in rocks and soil. In hotter eras, dinosaurs clomped across warm green landscapes filled with plants. In colder eras, the wooly mammoth survived in rugged terrain of ice and snow.

For the past 10,000 years, the earth has had relatively stable temperatures. But, for the past 100 years or so, scientists have noticed the Earth seems to be warming up more than usual. This phenomenon is called global warming.

What is the greenhouse effect?

You now know the Earth’s surface and atmosphere stay warm when gases in the air trap heat from the sun. Have you ever been inside a greenhouse, the all-glass buildings where plants are grown? They’re very warm, because the glass walls allow the sun’s rays in but prevent the heat from getting out.

Think of the earth as being inside a giant greenhouse. The gases act like a greenhouse’s glass walls -- they keep heat from escaping into space, and the earth stays warm.

Try this easy experiment: Take two jars and put a teaspoon of water in each jar. Put a lid on just one jar. Place both jars in a sunny spot. After a few hours, check on the jars. You’ll see that the open jar hasn’t changed, but the closed jar will be steamy and hot inside. What happened? The heat from the sun could not escape from the closed jar.

[up] Back to the top

The greenhouse gases

The main gases that cause the greenhouse effect are:

* water vapor
* carbon dioxide, or CO2
* methane
* nitrous oxide

Some "greenhouse gases" occur naturally in the Earth’s atmosphere. But scientists measuring the gases say the amount of gases in the atmosphere has increased in the past few decades. For instance, the amount of CO2 in the atmosphere is 30% greater than what it was 150 years ago. Scientists believe CO2 levels will rise another 30% during the next 50 years.

The increase in greenhouse gases is expected to raise the average global temperature of the planet by 2 to 9 degrees Fahrenheit over the next 50 to 100 years.

Most of the increase is due to human activities, like:

* burning gasoline to drive cars and trucks
* burning oil, coal or wood to produce electricity
* for heating, cooling, and other purposes burning forests to clear land

All these activities, and many others, release greenhouse gases into the atmosphere. With greater amounts of greenhouse gases in the air, more heat will be trapped, and the Earth will get warmer...and warmer...and warmer.

[up] Back to the top

What might happen if Earth heats up?

If Earth gets hotter, some of the following things might occur:

* New coastlines would have to be drawn on maps! Because water expands as it is heated, and because oceans absorb more heat than land, sea levels around the world would rise. Cities on coasts would flood.
* Temperate places that now receive frequent rain and snowfall (like Wisconsin) might become hotter and drier. Inland lakes and rivers would shrink. Forest fires could occur more often. Frequent periods of drought would make it hard to raise crops for food. There would be less water available for drinking, showers, irrigation, even swimming pools!
* Plants and animals unable to take the heat may go extinct, and be replaced by heat-tolerant species.
* Hurricanes, tornadoes and other storms caused by changes in heat and water evaporation might occur more frequently and be more intense.

[up] Back to the top

Global warming: It is more than just a game of up-and-down on a thermometer.

There’s a lot of debate going on about global warming. Some scientists say it’s nature’s way -- something that has happened in the past and will likely occur again. Other say global warming is occuring faster because of human beings and that human beings can stop it, or slow it, if they so choose.

One thing is certain: We do not yet know enough about how Earth works to accurately predict what the increase in greenhouse gases caused by humans will do to the planet. The relationships among land, water, air, plants and animals do not follow a simple pattern, where one action automatically leads to the same result.

For instance, an increase in carbon dioxide (the main greenhouse gas) may warm the Earth, and with the greater warmth more trees might grow. Trees absorb carbon dioxide to make wood and grow larger. With more CO2 captured in trees and less CO2 in the atmosphere to hold in heat, the Earth would cool down. Right? On the other hand, trees are also very good at trapping the sun’s heat. So with more trees, the Earth would get warmer. Right?

We really don’t know for sure. After all, the Earth is a big place -- a place that’s worthy of your attention and study. Perhaps someday you’ll unlock yet another of Earth’s secrets.

YOU can help slow global warming!

Just because we’re not absolutely certain of how more greenhouse gases will affect the Earth doesn’t mean we should sit back and do nothing.

[reuse graphic] Besides increasing greenhouse gases, burning too much gasoline and other fossil fuels creates air pollution and wastes energy. Who wants to breathe bad air, or always look up at a dirty sky?

You can help slow global warming by:

* Walking, riding your bicycle, or taking the bus instead of always going by car.
* Not wasting electricity (turn off the lights, the radio, the TV and the computer when you’re not using them).
* Reducing, reusing or recycling all kinds of items, from soda pop cans to clothes, to save energy and raw materials.
* Planting trees to help absorb excess CO2, and to provide shade and windbreaks to keep buildings at more even temperatures so they will require less energy for heating or cooling.

back to the top

Glossary

* Era: The longest division of geologic time, measured in millions of years.
* Fossil fuels: A fuel such as oil, which comes from decomposed living matter from another geologic era.
* Geologist: Someone who studies the origin and structure of the Earth.
* Greenhouse: A glass-enclosed building used to raise plants that need controlled temperatures and humidity.
* Greenhouse gases: Gases that trap heat in the atmosphere. They include water vapor, carbon dioxide (CO2), methane and nitrous oxide.
* Paleontologist: Someone who studies fossils, such as skeletons or leaf imprints.


Baca Selengkapnya...

Read more...

Selasa, 24 Maret 2009

aNak InDigO

InDiGo ChIlDrEn

Indigo berasal dari bahasa Spanyol yang berarti nila. Warna ini merupakan kombinasi biru dan ungu, diidentifikasi melalui cakra tubuh yang memiliki spektrum warna pelangi, dari merah sampai ungu. Istilah “anak indigo” atau indigo children juga merupakan istilah baru yang ditemukan konselor terkemuka di AS, Nancy Ann Tappe.Pada pertengahan tahun 1970-an Nancy meneliti warna aura manusia dan memetakan artinya untuk menandai kepribadiannya. Tahun 1982 ia menulis buku Understanding Your Life Through Color. Penelitian lanjutan untuk mengelompokkan pola dasar perangai manusia melalui warna aura, mendapat dukungan psikiater Dr. McGreggor di San Diego University.
Dalam klasifikasi yang baru itu Nancy membahas warna nila yang muncul kuat pada hampir 80 persen aura anak-anak yang lahir setelah 1980. Warna itu bisa dilihat dengan Foto Kirlian atau dengan alat generasi baru sejenis seperti Video Aura.
Baca Selengkapnya...

Read more...

Rabu, 25 Februari 2009

KiaMat SuDah dEkAT???? iH....tAkUt.....

BERITA : Isu Kiamat Tahun 2012 yang Meresahkan
Senin, 5 Januari 2009
Di internet saat ini tengah dibanjiri tulisan yang membahas prediksi suku
Maya yang pernah hidup di selatan Meksiko atau Guatemala tentang kiamat
yang bakal terjadi pada 21 Desember 2012.
Pada manuskrip peninggalan suku yang dikenal menguasai ilmu falak dan
sistem penanggalan ini, disebutkan pada tanggal di atas akan muncul
gelombang galaksi yang besar sehingga mengakibatkan terhentinya semua
kegiatan di muka Bumi ini.
Di luar ramalan suku Maya yang belum diketahui dasar perhitungannya,
menurut Deputi Bidang Sains Pengkajian dan Informasi Kedirgantaraan,
Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan), Bambang S
Tedjasukmana, fenomena yang dapat diprakirakan kemunculannya pada sekitar
tahun 2011-2012 adalah badai Matahari. Prediksi ini berdasarkan pemantauan
pusat pemantau cuaca antariksa di beberapa negara sejak tahun 1960-an dan
di Indonesia oleh Lapan sejak tahun 1975.

Dijelaskan, Sri Kaloka, Kepala Pusat Pemanfaatan Sains Antariksa Lapan,
badai Matahari terjadi ketika muncul flare dan Coronal Mass Ejection
(CME). Flare adalah ledakan besar di atmosfer Matahari yang dayanya setara
dengan 66 juta kali ledakan bom atom Hiroshima. Adapun CME merupakan
ledakan sangat besar yang menyebabkan lontaran partikel berkecepatan 400
kilometer per detik.

Gangguan cuaca Matahari ini dapat memengaruhi kondisi muatan antariksa
hingga memengaruhi magnet Bumi, selanjutnya berdampak pada sistem
kelistrikan, transportasi yang mengandalkan satelit navigasi global
positioning system (GPS) dan sistem komunikasi yang menggunakan satelit
komunikasi dan gelombang frekuensi tinggi (HF), serta dapat membahayakan
kehidupan atau kesehatan manusia. ”Karena gangguan magnet Bumi, pengguna
alat pacu jantung dapat mengalami gangguan yang berarti,” ujar Sri.

Langkah antisipatif
Dari Matahari, miliaran partikel elektron sampai ke lapisan ionosfer Bumi
dalam waktu empat hari, jelas Jiyo Harjosuwito, Kepala Kelompok Peneliti
Ionosfer dan Propagasi Gelombang Radio. Dampak dari serbuan partikel
elektron itu di kutub magnet Bumi berlangsung selama beberapa hari. Selama
waktu itu dapat dilakukan langkah antisipatif untuk mengurangi dampak yang
ditimbulkan.

Mengantisipasi munculnya badai antariksa itu, lanjut Bambang, Lapan tengah
membangun pusat sistem pemantau cuaca antariksa terpadu di Pusat
Pemanfaatan Sains Antariksa Lapan Bandung. Obyek yang dipantau antara lain
lapisan ionosfer dan geomagnetik, serta gelombang radio. Sistem ini akan
beroperasi penuh pada Januari 2009 mendatang.

Langkah antisipatif yang telah dilakukan Lapan adalah menghubungi
pihak-pihak yang mungkin akan terkena dampak dari munculnya badai
antariksa, yaitu Dephankam, TNI, Dephub, PLN, dan Depkominfo, serta
pemerintah daerah. Saat ini pelatihan bagi aparat pemda yang
mengoperasikan radio HF telah dilakukan sejak lama, kini telah ada sekitar
500 orang yang terlatih menghadapi gangguan sinyal radio.

Bambang mengimbau PLN agar melakukan langkah antisipatif dengan melakukan
pemadaman sistem kelistrikan agar tidak terjadi dampak yang lebih buruk.
Untuk itu, sosialisasi harus dilakukan pada masyarakat bila langkah itu
akan diambil.

Selain itu, penerbangan dan pelayaran yang mengandalkan satelit GPS
sebagai sistem navigasi hendaknya menggunakan sistem manual ketika badai
antariksa terjadi, dalam memandu tinggal landas atau pendaratan pesawat
terbang.

Perubahan densitas elektron akibat cuaca antariksa, jelas peneliti dari
PPSA Lapan, Effendi, dapat mengubah kecepatan gelombang radio ketika
melewati ionosfer sehingga menimbulkan delai propagasi pada sinyal GPS.

Perubahan ini mengakibatkan penyimpangan pada penentuan jarak dan posisi.
Selain itu, komponen mikroelektronika pada satelit navigasi dan komunikasi
akan mengalami kerusakan sehingga mengalami percepatan masa pakai,
sehingga bisa tak berfungsi lagi.

Saat ini Lapan telah mengembangkan pemodelan perencanaan penggunaan
frekuensi untuk menghadapi gangguan tersebut untuk komunikasi radio HF.
”Saat ini tengah dipersiapkan pemodelan yang sama untuk bidang navigasi,”
tutur Bambang.

Sumber: Kompas Forum

Entry Filed under: Misteri & Keajaiban. Tag: 2012, 21 desember 2012, badai matahari, gangguan elektromagnetik, gangguan magnet bumi, kiamat, kutub bumi, lapan, matahari, pemadaman listrik, ramalan, sistem navigasi, suku maya.
Baca Selengkapnya...

Read more...

Kamis, 19 Februari 2009

Hillary datang ke Indonesia

Kedatangan Hillary : Pemerintah Jangan Mau Didikte AS
Rencana kunjungan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Hillary Clinton ke Indonesia dalam 18-19 Februari mendatang mendapat perhatian sejumlah Anggota Komisi I DPR.

Abdillah Toha yang merupakan Ketua Badan Kerjasamasama Antar Parlemen (BKSAP) meminta supaya pemerintah lebih mengedepankan kepentingan nasional dalam pembicaraan dengan Hillary Clinton. ”Pembicaraan Indonesia-Amerika Serikat harus mengutamakan kepentingan nasional terlebih dahulu terutama dalam bidang ekonomi,” katanya dalam Rapat Kerja Komisi I dengan Menteri Luar Negeri Hassan Wirajuda yang dipimpin Ketua Komisi Theo L Sambuaga, di Gedung DPRRI, Jakarta, Senin (16/2).

Kedatangan Menlu Amerika Serikat yang baru dilantik ke negara-negara di kawasan Asia merupakan yang pertama kali. Sebelumnya, Menlu Amerika Serikat selalu mengawali lawatan ke luar negeri ke negara-negara di benua Eropa. ”Hal ini supaya dapat dimanfaatkan,” ujar Abdillah Toha.
Namun demikian, ia menyatakan tidak terlalu berharap akan dampak positif yang sangat besar atas kedatangan Hillary ke Indonesia diawal pemerintahan Barack Obama. Sebab, saat ini Amerika Serikat lebih memperhatikan kondisi ekonomi negaranya dalam mengatasi krisis global. ”Saya tidak terlalu optimis karena Amerika lebih memperhatikan dalam negeri,” jelasnya.

Abdillah Toha berharap kedatangan Menlu AS tersebut dapat dimanfaatkan pemerintah untuk menjadi mediator penyelesaian konflik AS-Iran. Menurutnya, Indonesia merupakan salah satu negara yang mempunyai hubungan baik dengan kedua negara tersebut, sehingga diharapkan dapat menjadi mediator penyelesaian konflik.

”Kita dapat memainkan peranan mempertemukan Amerika dengan Iran. Mungkin juga Amerika dengan Korea Utara,” kata anggota FPAN.

Senada dengan itu, Anggota Komisi I dari FPPP Tosari Widjaja yang meminta supaya pemerintah Indonesia tidak didikte Amerika Serikat saat melakukan pertemuan dengan Menlu Hillary Clinton. ”Saya harap Menlu Amerika tidak mendikte kita, justru kita yang mendiktenya,” ujar Tosari.

Dalam kesempatan itu, Menteri Luar Negeri Hassan Wirajuda menjelaskan, pemerintahan Obama sedikit memberi dampak positif dalam hal penyelesaian konflik. Karena, dinilaiya, Obama lebih mengedepankan pendekatan persuasif melalui dialog, sehingga diharapkan sejumlah ketegangan antara Amerika dengan beberapa negara, seperti Iran bisa diredakan.

Kedatangan Menlu AS Hillary Clinton ke Indonesia dan beberapa negara di kawasan Asia dalam pertama kali lawatannnya ke luar negeri merupakan hal pertama dalam pemerintahan negara adidaya itu. Hassan menilai kunjungan itu menandakan bahwa Indonesia merupakan salah satu negara termasuk penting bagi Amerika.

”Ini merupakan kunjungan pertama dan kunjungan ini saya kira menandakan perhatian yang sangat besar pemerintah Amerika Serikat terhadap kawasan Asia Pasifik,” jelasnya.(novel)
Baca Selengkapnya...

Read more...

Text

  ©Template by Dicas Blogger.